PENGGUNAAN SUMBER-SUMBER ENERGI

 

·       Selain suplai makanan, masalah energi juga berkaitan sangat erat dengan kehidupan dimuka planet bumi ini. Dari segi bahasa, energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Semua bentuk pekerjaan fisik selalu membutuhkan energi. Semua organisme hidup selalu mebutuhkan energi, karena banyak reaksi biokimia yang berlangsung didalam tubuhnya membutuhkan energi. Dalam proses metabolisme misalnya, energi dalam bentuk makanan diubah menjadi energi yang dapat digunakan untuk melakukan kerja.

·            Alam telah menyediakan sumber energi secara gratis dan berlangsung terus-menerus dengan laju yang cukup konstan untuk seluruh makhluk hidup dalam bentuk radiasi sinar matahari. Namun untuk mendukung aktivitas hidup manusia dimuka bumi, manusia juga masih memerlukan tambahan energi lain yang disediakan alam, misa sumber energi dalam bentuk bahan bakar fosil dan sebagainya.

·            Sejak dari zaman pra-sejarah sampai zaman awal sejarah umat manusia, hanya kayu yang digunakan sebagai sumber energi untuk keperluan memasak dan pemanasan. Untuk memenuhi kebutuhan energi itu, kayu cukup diperoleh dari hutan disekitar tempat tinggal. Selain kayu, manusia diawal sejarah juga berhasil memanfaatkan penemuan lain, yaitu menggunakan angin sebagai sumber daya alam yang murah dan dapat diperbaharui. Saat itu, energi angin banyak dimanfaatkan untuk mendorong layar perahu dalam kegiatan transportasi laut. Angin juga dimanfaatkan untuk memutar baling-baling kincir angin untuk menggerakkan pompa air dalam irigasi dan penggilingan gandum.

·            Setelah kayu dan angin, nenek moyang kita selanjutnya memanfaatkan energi yang tersimpan dalam air. Meski sudah mengenal berbagai macam sumber energi, sampai abad ke-19 manusia masih tetap memanfaatkan kayu sebagai salah satu sumber energi terbarukan. Namun kondisi hutan pada saat itu tentu sudah tidak mampu lagi mensuplai seluruh kebutuhan energi penduduk bumi, lebih-lebih setelah revolusi industri dengan konsumsi energi yang semakin tinggi.

·            Jika manusia membutuhkan wilayah baru untuk pemukiman, pertanian dan perindustrian, maka daerah hutanlah yang selalu dikorbankan. Karena perlakuan seperti itu, maka bahan bakar kayu yang semula sifatnya dapat diperbaharui menjadi tidak terbaharui, karena laju konsumsi kayu yang tinggi yang menyebabkan hutan tidak mampu lagi melakukan peremajaan diri. Kayu yang semula dimanfaatkan sebagai bahan bakar tidak lagi dapat memenuhi suplai energi yang dibutuhkan oleh masyarakat industri. Maka dirintislah penggunaan batubara, kemudian disusul dengan pemanfaatan gas alam, minyak bumi serta nuklir.

·            Penemuan mesin uap merupakan pemicu munculnya revolusi industri di inggris pada pertengahan abad ke-18. Revolusi industri itu telah menempatkan batubara sebagai sumber energi utama. Kini batubara merupakan salah satu sumber energi yang sangat penting, terutama dalam kaitanya dengan mesin uap untuk membangkitkan tenaga listrik. Batubara juga dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk proses-proses industri. Cepatnya proses industrialisasi dalam berbagai sektor dimuka bumi juga telah menngkatkan jumlah konsumsi bahan bakar fosil ini.

·            Laju peningkatan permintaan bahan bakar ternyata jauh lebih cepat dibandingkan dengan laju peningkatan jumlah penduduk. Di Amerika Serikat (AS) misalnya, antara tahun 1960 dan 1980, jumlah populasi disana meningkat hingga 25%, namun permintaan energi total naik sampai 80%. Gejala yang sama juga terlihat di negara-negara industri lainnya. Dalam kegiatan industri, sektor terbesar penggunaan bahan bakar fosil adalah untuk pembangkit listrik, transportasi dan aktivitas industri. Ketiga sektor itu memang saling berkaitan dalam mengantarkan masyarakat menuju ke industri modern.

·            Pada saat yang hampir bersamaan dengan meluasnya penggunaan batubara, sumber energi fosil yang lain dalam bentuk minyak bumi mulai tampil sebagai sumber energi  untuk pemanasan dan penerangan. Untuk keperluan pemanasan, ternyata minyak bumi dapat mendesak dominasi batubara. Melimpahnya persediaan minyak bumi menyebabkan bahan itu segera menggantikan batubara untuk keperluan memasak. Kemudian pada awal abad ke-20, minyak bumi mulai digunakan sebagai sumber energi dalam motor pembakaran untuk keperluan transportasi yang berangsur-angsur menggantikan peran batubara.

·            Pada pertengahan abad ke-19, motor bakar dan turbin air mulai dikembangkan. Pada akhir abad ke-19 munculenergi sekunder dalam bentuk listrik yang dibangkitkan menggunakan bahan bakar fosil. Selanjutnya pada awal abad ke-20, muncul sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan batubara dan minyak bumi sebagai bahan bakar utamanya. Energi listrik yang semula hanay dimanafaatkan untuk penerangan dan penggerak mesin-mesin produksi, dalam perkembangan berikutnya juga dipakai untuk pemrosesan logam, pemanasan dan memasak. Pada pertengahan abad ke-20, turbin gas mulai tampil melengkapi mesin-mesin pembangkit listrik yang sudah ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s