PERAWATAN JALAN DI KEBUN KELAPA SAWIT

Pengenalan Penyebab Kerusakan

Kerusakan pada konstruksi perkerasan jalan dapat disebabkan oleh :
1. Lalu lintas, yang dapat berupa peningkatan beban dan repetisi betan.
2. Air, yang dapat berasala dari air hujan, system drainase jalan yang tidak baik, naiknya air akibat sifat kapilaritas.
3. Material konstruksi perkerasan. Dalam hal ini dapat disebabkan oleh sifat material itu sendiri.
4. Iklim, Iklim tropis, dimana suhu udara dan curah hujan umumnya tinggi.
5. Kondisi tanah dasar yang tidak stabil. Kemungkinan disebabkan oleh system pelaksanaan yang kurang baik, atau dapat juga disebabkan oleh sifat tanah dasarnya yang memang jelek.
6. Proses pemadatan lapisan atas tanah dasar yang kurang baik.

Umumnya kerusakan-kerusakan yang timbul tidak disebabkan oleh satu factor saja, tetapi dapat merupakan gabungan penyebab yang saling berkaitan. Sebagai contoh, retak pinggir, pada awalnya dapat diakibatkan oleh tidak baiknya sokongan dari samping. Dengan retak ini memungkinkan air meresap masuk ke lapisan dasar dan dapat menimbulkan lubang-lubang yang bisa melemahkan daya dukung tanah.
Dalam mengevaluasi kerusakan jalan perlu ditentukan :
– jenis kerusakan (distress type) dan penyebabnya.
– tingkat kerusakan (distress severity)
– jumlah kerusakan (distress amount)
Sehingga dengan demikian dapat ditentukan jenis penanganan yang paling sesuai.

Kerusakan-kerusakan yang terjadi terutama disebabkan oleh air. Beberapa kemungkinan kerusakan yang akan terjadi sbb :
1. Pengausan
Dengan adanya kandungan air yang meningkat maka daya ikat yang ada semakin menurun. Pada saat pembebanan terjadi, roda kendaraan akan mengikis lapisan permukaan yang mengakibatkan batuan akan terlepas sehingga jalan tidak rata
2. Bergelombang
Pada saat ikatan perkerasannya melemah, maka pada butiran yang berukuran kecil akan mudah terlepas dan pada akhirnya akan mengumpul tersendiri dalam satu gundukan, sedangkan batuan butiran kasar akan terlihat, yang mengakibatkan jalan menjadi bergelombang.
3. Alur dan Cekungan
Dengan bertambahnya air pada perkerasan jalan tadi akan menurunkan daya dukung tanah. Akibat beban lalu lintas, beban roda akan mengakibatkan turunnya permukaan jalan. Mengingat jalan dikebun yang sempit, maka jejak roda akan terjadi pada tempat yang sama, sehingga akan terjadi alur/cekungan yang mengakibatkan jalan tidak rata.
4. Lubang
Pada kondisi jalan yang memiliki perkerasan yang ikatan batuannya lemah, maka batuan akan terlepas yang mengakibatkan timbulnya lubang-lubang yang semakin lama akan semakin besar akibat adanya beban lalu lintas.
5. Erosi Permukaan dan Bahu Jalan
Hal ini biasanya terjadi pada daerah tanjakan dan turunan karena air akan mengalir pada arah yang sama sehingga akan terjadi pengumpulan air. Apabila kelandaian jalannya besar, maka aliran air akan semakin deras yang akan mengakibatkan erosi.
6. Tanah Dasar menjadi lembek
Hal ini terjadi karena air akan merembes ke dalam tanah akibat dari :
• Jalan yang tidak rata dapat mengakibatkan air menggenang dan merembes ke dalam badan jalan dan tanah dasar.
• Muka air tanah yang tinggi akibat parit yang kurang dalam akan mengakibatkan air merembes ke badan jalan dan tanah dasar.
• Kondisi parit yang kurang baik, aliran air pada parit tidak baik, akan mengakibatkan air merembes, sehingga tanah dasar akan kenyang air dan daya dukungnya akan turun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s