Mekanisasi perkebunan kelapa sawit

Secara sederhana adalah pemanfaatan atau penggunaan alat dan mesin dalam bidang pertanian/ perkebunan.

Beberapa Alat & Mesin yang sering dipakai dalam Perkebunan Kelapa sawit:

  • Land Clearing : excavator, Bulldozer, Road Grader, Road roller
  • Replanting : Enviro mulcher, Chipping bucket
  • Penanaman : Puncher (PC), Seedling Transplanting machine
  • Pemupukan : Traktor, Fertilizer Spreader, Empty Bunch Spreader, aerial manuring
  • Gawangan : Rotaslasher
  • Transportasi : Traktor, trailler, Bin system
Iklan

Program K3

UntitledStrategi K3 Nasional

  • Menyusun dan meningkatkan kebijakan K3
  • Meningkatkan Sumber Daya Manusia di bidang K3
  • Meningkatkan sarana dan prasarana pengawasan K3
  • Meningkatkan pembinaan penerapan SMK3
  • Meningkatkan jejaring dan peran serta instansi, lembaga, personil dan pihak-pihak terkait

Program K3 Nasional

  • Penyusunan dan penyempurnaan norma, standar, pedoman dan criteria;
  • Peningkatan kuantitas dan kualitas pengawas di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
  • Peningkatan kuantitas dan kualitas Ahli K3, dokter, personil, petugas, teknisi, operator di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
  • Peningkatan kuantitas dan kualitas pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi pengusaha, tenaga kerja dan masyarakat;
  • Peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan/ lembaga / badan bidang jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  • Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pembinaan,pemeriksaan dan pengujian K3
  • Peningkatan pembinaan dan penilaian penerapan Sistem
  • Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
  • Peningkatan penilaian dan pemberian penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
  • Peningkatan kerjasama dengan instansi, institusi, lembaga,asosiasi dan pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja;
  • Peningkatan kerja sama dengan instansi, institusi, lembaga K3 di tingkat nasional dan internasional dalam rangka pengembangan pelaksanaan

Klasifikasi Resiko

Resiko diukur dan diberi peringkat :

  • Rendah
  • Medium
  • Tinggi

Klasifikasi Impak Resiko

  • Personnel Safety and Health Risks
  • Process Safety Impacts
  • Environmental Impacts

Penentuan Faktor Resiko

  1. Sifat Pekerjaan
  2. Lokasi Kerja
  3. Potensi bahaya di tempat kerja
  4. Potensi/kualifikasi kontraktor
  5. Pekerjaan simultan
  6. Lamanya pekerjaan
  7. Pengalaman dan keahlian kontraktor

RISK MANAGEMENT

Dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah meliputi :

  • proses mengidentifikasi sumber bahaya,
  • penilaian resiko, dan
  • tindakan untuk menghilangkan serta mengurangi resiko secara terus menerus.

RISK ASSESSMENT

Adalah proses menganalisa tingkat Resiko, pertimbangan Tingkat Bahaya, dan mengevaluasi apakah Sumber Bahaya dapat dikendalikan, memperhitungkan segala kemungkinan yang terjadi di tempat kerja.

RISK ANALYSIS

Adalah perkiraan kuantitatif dengan teknik matematik menggabungkan konsekuensi dan frekuensi insiden

The development of a quantitative estimate of risk based on mathematical techniques for combining estimates of incident consequences and frequencies.

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Philosophy

Upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan tenaga kerja dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat yang adil dan sejahtera.

Jenis Potensi Bahaya:

  1. Physical Hazards
  2. Chemical Hazards
  3. Electrical Hazards
  4. Mechanical Hazards
  5. Physiological Hazards
  6. Biological Hazards
  7. Ergonomic

Bahaya adalah suatu kondisi sumber bahaya telah ter-identifikasi dan telah dikendalikan ke tingkat yang memadai

Kecelakaan adalah : Kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga /tiba-tiba yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda

Identifikasi Bahaya

  • Sebelum memulai suatu pekerjaan,harus dilakukan Identifikasi Bahaya guna mengetahui potensi bahaya dalam setiap pekerjaan.
  • Identifikasi Bahaya dilakukan bersama pengawas pekerjaan dan Safety Departement.
  • Identifikasi Bahaya menggunakan teknik yang sudah baku seperti Check List, JSA, JSO,What If, Hazops, dsb.
  • Semua hasil identifikasi Bahaya harus didokumentasikan dengan baik dan dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan setiap kegiatan.

 

UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Pasal 86:

“pekerja / buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja”.

Pasal 87:

  “setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan”.

UU No. 13 Tahun 2003 Sangsi :

Pasal 190

(1)Menteri atau pejabat yg ditunjuk mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran …. Pasal 87…

(2)….ayat (1) berupa :

  1. teguran;
  2. peringatan tertulis;
  3. pembatasan kegiatan usaha;
  4. pembekuan kegiatan usaha;
  5. pembatalan persetujuan;
  6. pembatalan pendaftaran;
  7. penghentian sementara sbgn atau seluruh alat produksi;
  8. pencabutan ijin;

 

Beberapa Jenis APD dan Fungsinya

Alat Pelindung Kepala
Topi Pelindung/Pengaman (Safety Helmet): Melindungi kepala dari benda keras, pukulan dan benturan, terjatuh dan terkena arus listrik.

Alat Pelindung Muka Dan Mata:
Melindungi muka dan mata dari:
a. Lemparan benda-benda kecil.
b. Lemparan benda-benda panas
c. Pengaruh cahaya

Alat Pelindung Telinga :
o Sumbat Telinga (Ear plugs )
Sumbat telinga yang baik adalah menahan frekuensi Daya atenuasi (daya lindung) : 25-30 dB, sedangkan frekuensi untuk bicara biasanya (komunikasi) tak terganggu.
o Tutup Telinga (Ear muff )
frekuensi 2800–4000 Hz sampai 42 dB (35–45 dB)
Untuk frekuensi biasa 25-30 dB.
o
Untuk keadaan khusus dapat dikombinasikan antara tutup telinga dan sumbat telinga sehingga dapat atenuasi yang lebih tinggi; tapi tak lebih dari 50 dB,karena hantaran suara melalui tulang masih ada